Thursday, April 12, 2012

Pele: Messi Menang Pengalaman, Neymar Masih Paling Oke



Rio de Janeiro - Torehan demi torehan sudah digoreskan Lionel Messi. Tetapi di mata Pele, Messi masih kalah hebat dari Neymar.

Pengakuan terhadap kemampuan Messi setidaknya terlihat dari penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2009, disusul FIFA Ballon d'Or dua tahun beruntun, 2010 dan 2011.

Rekor demi rekor juga telah diukir Messi di usianya yang baru 24 tahun. Lewat sumbangan satu gol saat Barcelona menundukkan Getafe pada tengah pekan, ia baru menambah golnya musim ini menjadi 61. Sebelumnya, ia sudah masuk jajaran elit yang berisikan segelintir pemain yang mampu mencetak total 60 gol dalam satu musim.

Rekor lain dalam hal gol di antaranya juga ia buat di Liga Champions. Dengan raihan total 50 gol di ajang itu, ia bergabung dengan jajaran pemain elit lainnya. Si pemain Argentina bahkan menjadi pemain pertama yang bisa bikin 14 gol dalam satu musim Liga Champions sejak format itu digulirkan pada 1992/1993.

Meski begitu, capaian tersebut rupanya tidak terlalu mengesankan Pele. Menurut pemain legendaris Brasil tersebut, Neymar yang juniornya di tim Samba masih lebih baik daripada Messi.

"Sekarang semua orang membicarakan Messi; ia memang seorang pemain bintang. Tapi (untuk menjadi pemain terbaik) ia pertama-tama mesti lebih baik dari Neymar," kata Pele di ESPN.

"Saat ini Messi hanya lebih berpengalaman saja," simpulnya.

Penilaian Pele kembali memantik rivalitas Argentina-Brasil yang kini mewujud dalam sosok Messi-Neymar. Pele sendiri acap dibanding-bandingkan dengan Maradona dalam pembahasan mengenai pemain terhebat dalam sejarah, sebuah perdebatan panjang yang juga melibatkan rivalitas Argentina-Brasil.



Marwan Dipukul Oknum Pengamanan Internal Persib, Videonya Beredar



Bandung - Insiden pemukulan anggota pengamanan internal Persib Bandung terhadap pemain Gresik United, Marwan Sayedeh, sudah beredar videonya di dunia maya.

Beberapa menit menjelang akhir pertandingan di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (11/4/2012) sore, Marwan tampak bersitegang dan menyikut pemain Persib Zulkifli Syukur. Marwan kemudian berlari menjauh, tapi dikejar beberapa pemain Persib.

Tidak disangka-sangka, beberapa orang berkaus putih langsung berhamburan pula memasuki lapangan mendekati Marwan. Seorang di antara terlihat jelas melayangkan bogem mentahnya ke bagian belakang kepala Marwan.

Situasi di lapangan makin kacau, semakin banyak orang masuk ke lapangan. Petugas dari kepolisian kemudian berhasil mengamankan Marwan dan mengawalnya sampai keluar dari lapangan. (Video Youtube-nya bisa dilihat DISINI ).


Diketahui bahwa pemukul Marwan adalah anggota pengamanan internal Persib, yang tidak merupakan bagian dari panitia pelaksana (panpel).

Pantauan detikbandung, sekelompok pria berkaos putih dan berbadan tegap itu selalu ada ketika Persib bermain di laga kandang. Mereka ada di sekitar area lapangan, bahkan selalu berada di sekitar ruang ganti pemain Persib.

"Mereka bagian dari pengamanan internasional tim," tegas Ketua Panpel Ruri Bachtiar. "Seharusnya pengamanan internal tim berkoordinasi dengan Panpel. Saya sudah buat mekanismenya, tapi tidak jalan."

Manajer Persib Umuh Muhtar menyebut insiden tersebut dipicu oleh provokasi tim lawan. Saat disinggung tentang anggota pengamanan timnya melakukan pemukulan tersebut, ia mengatakan: "Saya tidak bela orang saya, panpel atau siapapun atas kejadian ini. Tapi saya janji akan kasih tahu bahwa apa yang dilakukannya salah.”

Sementara oknum pemukul Marwan disebut Ruri sudah menghadap ke Polrestabes Bandung. Ia berharap insiden ini tidak berakibat buruk untuk perizinan pertandingan Persib di kemudian hari.

"Ini bahan evaluasi. Mungkin untuk pertandingan nanti, tidak diperkenankan ada siapapun ada di luar pagar (pembatas) yang ada," tuturnya.



Bayern Masih Belum Menyerah



Dortmund - Bayern Munich kalah saat melakoni laga krusial melawan Borussia Dortmund. Meski kini tertinggal enam poin dari Dortmund, Manuel Neuer menyatakan timnya masih belum menyerah untuk bertarung memperebutkan gelar juara.

Di Signal Iduna Park, Kamis (12/4/2012) dinihari WIB, kedua tim masih bermain sama kuat di paruh pertama pertandingan. Namun, Bayern akhirnya kebobolan lewat gol Robert Lewandowski di menit ke-77.

Bayern punya peluang emas untuk menyamakan kedudukan saat wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran penjaga gawang Dortmund, Roman Weidenfeller pada Arjen Robben.

Malang bagi Die Roten, Robben yang mengeksekusi sendiri tendangan penalti gagal menjebol gawang tuan rumah. Bola tendangan pemain asal Belanda itu mampu ditangkap oleh Weidenfeller.

Akibat kekalahan ini, Bayern kini tertinggal enam poin dari Dortmund yang menguasai puncak klasemen dengan raihan 69 poin. Dengan musim tinggal menyisakan empat laga, peluang Dortmund untuk menjadi juara jelas lebih besar dari Bayern untuk saat ini.

Kendati begitu, penjaga gawang Bayern, Manuel Neuer menyatakan jika timnya belum menyerah untuk bisa meraih gelar juara. Dia menyatakan The Bavarians akan berusaha memenangi sisa laga sambil menunggu Dortmund melakukan kesalahan.

"Gelar juara tidak lagi bergantung pada tangan kami sendiri. Tetapi, kami tidak akan menyerah dan kami akan mencoba untuk memetik kemenangan di sisa pertandingan," kata Neuer di situs resmi klub.


Wenger Bingung Balotelli Tak Kena Sanksi Tambahan



London - Striker Manchester City Mario Balotelli dipastikan lolos dari sanksi tambahan atas tekel berbahaya terhadap pemain Arsenal Alex Song. Arsene Wenger mengaku bingung dengan keputusan FA tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, FA memutuskan tidak akan menyelidiki insiden tersebut karena menilai wasit Martin Atkinson, yang memimpin laga antara Arsenal vs City di Emirates, akhir pekan lalu sudah melihat kejadian itu.

Padahal dalam tayangan ulang terlihat kalau Balotelli melakukan tekel ke arah lutut Song, yang mana tekel ini termasuk berbahaya karena bisa menimbulkan cedera parah.

Wenger jelas tak puas dengan keputusan itu. Soalnya, dibandingkan dengan kasus lain yaitu kartu merah kapten QPR Shaun Derry setelah menjatuhkan pemain Manchester United Ashley Young, yang mana pelanggaran itu lebih ringan daripada yang dilakukan Balotelli.

"Saya masih tidak memahaminya dengan baik. Jika Anda melihat kedua kasus itu, maka terlihat sulit dipercaya bahwa satu pemain diskorsing dan satu pemain lainnya tidak," sungut manajer Arsenal itu di AFP.

"Tapi ketika wasit telah melihat sesuatu makan tidak ada seorang pun yang bisa melewati aturannya. Saya pikir kita seharusnya punya komite etik luar biasa untuk menyelesaikan masalah seperti ini. Situasi secara umumnya tidak masuk akal," imbuh Wenger.

"Saya tidak bermaksud menginginkan Balotelli diskorsing tapi ini benar-benar sulit dimengerti," tutup dia.


Mana Pemain Mudamu, Stramaccioni?



Milan - Terpilihnya Andrea Stramaccioni sebagai pelatih Inter Milan memunculkan harapan akan bermunculannya bibit-bibit muda Nerazzurri. Tapi sejauh ini, para senior masih mendominasi skuad La Beneamata.

Peremejaan di skuad Inter diyakini jadi salah satu hal yang akan dilakukan Stramaccioni setelah dia ditunjuk sebagai pengganti Claudio Ranieri, hampir sebulan lalu. Itu bisa dimaklumi, pria 36 tahun itu sebelumnya banyak bekerja dengan tim Primavera dan bahkan mengantar tim junior Inter jadi juara di Eropa.

Tapi setelah menjalani tiga pertandingan, dengan meraih dua kemenangan dan sekali imbang, peremajaan belum terlihat di Inter. Pemain-pemain senior macam Diego Milito, Javier Zanetti, Walter Samuel, Dejan Stankovic dan Esteban Cambiasso masih jadi langganan tim utama.

Stramaccioni membantah kalau dikatakan dia memprioritaskan pemain senior. Pemilihan pemain yang dilakukan semata karena terbatasnya pilihan yang ada di skuad.

"Saya tidak bisa bilang kalau saya setuju dengan pendapat itu: kami punya Obi dan Alvarez di lapangan hari ini. Tugas pelatih adalah menurunkan tim yang terbaik dan saya melihat siapa yang kondisinya terbaik untuk setiap pertandingan," sahut Stramaccioni di situs resmi Inter.

Sejauh ini pemain senior Inter memang masih menunjukkan peran besar dalam poin demi poin yang diraih. Milito, Zanetti dan Stankovic malah dapat sanjungan dari Stramaccioni atas kontribusi yang sudah diberikan.

"Para 'pemain tua', begitu Anda para wartawan memanggil mereka, bermain sangat baik dalam pertandingan hari ini. Lihatlah Stankovic. Dan Zanetti tak perlu dikomentari...," tuntas dia.


Soal Utang, Madrid & Barca pun 'Bersaing'


Madrid - Klub-klub Spanyol saat ini tengah mendominasi kompetisi antarklub di Eropa. Tetapi di balik sukses itu terselip bab gelap berupa utang luar biasa.

Liga Champions musim ini berpeluang mempertemukan dua klub Spanyol di partai puncak, seiring dengan kehadiran Barcelona dan Real Madrid--di semifinal Barca bertemu Chelsea dan Madrid berhadapan dengan Bayern Munich.

Peluang serupa hadir di Liga Europa, yang bahkan diisi oleh tiga klub Spanyol di babak semifinal saat ini; Atletico Madrid, Valencia, dan Athletic Bilbao.

Hal itu tak ayal memperlihatkan betapa sepakbola Spanyol saat ini sudah menancapkan tajinya di Eropa. Namun, kilau tersebut diburamkan dengan sebuah studi yang memperlihatkan kalau klub-klub di Spanyol juga dibelit dengan utang dan tunggakan besar.

El Real dan El Barca--pertemuan kedua tim dilabeli sebagai duel El Clasico saking bergengsinya--yang saat ini tengah bersaing ketat di pucuk klasemen La Liga Primera dengan selisih empat poin, ternyata juga punya jumlah utang yang "bersaing". Madrid disebut memiliki total utang 589 juta euro (Rp 7,095 triliun), sedangkan Barca punya utang 578 juta euro (Rp 6,963 triliun), seperti dilansir AFP.

Jumlah utang tersebut bahkan melebihi pendapatan kedua klub raksasa Spanyol itu, di mana pada 2010-2011 tercatat 479 juta euro (Rp 5,771 triliun) untuk Madrid dan 450 juta euro (Rp 5,421 triliun) buat Barca.

Keuangan Valencia dan Atletico Madrid juga digambarkan dalam kondisi "merah", masing-masing dengan 382 juta euro (Rp 4,602 triliun) dan 514 juta euro (Rp 6,191 triliun), secara berurutan.

Enam dari 20 klub La Liga Primera--Rayo Vallecano, Racing Santander, Real Betis, Zaragoza, Granada, dan Mallorca--juga dikategorikan terancam pailit, sebagaimana halnya enam tim dari divisi dua.

Dari hitung-hitungan teranyar yang juga jadi buah bibir di Spanyol, klub-klub elit Spanyol disebutkan berutang 752 juta euro kepada dinas pajak, padahal di saat yang sama lebih dari lima juta orang di negara itu menganggur dengan pemerintah pun meminta masyarakat untuk lebih "mengetatkan ikat pinggang".

"Angka-angka itu memperlihatkan betapa sepakbola Spanyol tidak ditangani dengan baik secara finansial," ulas Jose Maria Gay de Liebana, Profesor Ekonomi dari Universitas Barcelona yang menspesialisasikan studinya di dalam sepakbola.

"Sepakbola adalah cerminan dari ekonomi secara umum di Spanyol. Selama bertahun-tahun kami melakukan pengeluaran besar-besaran, semakin masuk ke dalam jeratan utang. Untuk sepakbola pun begitu: selama bertahun-tahun klub sudah melakukan investasi amat besar dan tak efisien. Dan karena mereka tidak memiliki dana sendiri untuk mendanai pengeluaran tersebut, mereka pun terbenam dalam utang," paparnya.



 

Blog IrArsal Copyright © 2012 Bitiq is Designed by Arsal, The Blog Full of Sharing